Hal yang perlu diperhatikan saat konsumsi kopi untuk kesehatan ginjal
Jakarta – Ginjal merupakan organ penting yang berperan dalam menyaring kotoran dan cairan, serta menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh.
Menurut siaran Eating Well pada Senin (17/8), salah satu cara untuk menjaga ginjal tetap sehat adalah dengan banyak meminum banyak cairan. Cara ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada ginjal yang berpotensi menyebabkan penyakit ginjal kronis (CKD), yaitu hilangnya fungsi ginjal secara progresif yang mungkin memerlukan perawatan seperti dialisis untuk meniru peran ginjal.
Meski demikian, kita perlu mencermati jenis cairan yang diminum. Salah satu cairan yang pada masa kini banyak diminum masyarakat adalah kopi.
Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebut orang dewasa yang sehat dapat menikmati hingga 400 miligram kafein atau sekitar 4 cangkir kopi per hari.
Menanggapi hal itu, Ahli Gizi dialisis Sara Prato, M.S., RDN, CSR mengatakan sebuah bukti penelitian menunjukkan bahwa asupan kopi moderat, sekitar 2 hingga 3 cangkir standar 8 ons per hari, aman bagi sebagian besar orang dengan penyakit ginjal kronis dan bahkan dapat mendukung kesehatan ginjal.
“Jumlah yang tepat untuk setiap individu dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti tekanan darah, sensitivitas kafein, dan kesehatan secara keseluruhan,” katanya.
Prato melanjutkan bahwa kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa alami, termasuk asam klorogenik, polifenol, dan melanoidin, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
“Banyak dari potensi manfaat ini berasal dari senyawa alami kopi, bukan kafein itu sendiri, itulah sebabnya kopi tanpa kafein dapat memberikan banyak manfaat yang sama dengan kafein yang jauh lebih sedikit,” kata Prato.
Hasil penelitian lainnya menyebut minum kopi dapat membantu menurunkan risiko terkena CKD. Ahli gizi terdaftar yang berspesialisasi dalam pencegahan batu ginjal Melanie Betz, M.S., RD, CSR, FNKF, FAND menyampaikan sebuah meta-analisis menemukan bahwa orang yang minum 2 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal.
Betz menyebut alasannya mungkin terkait dengan senyawa bermanfaat dalam kopi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif.
Bagi penderita penyakit ginjal misalnya, dia menyebut kopi membantu penderita penyakit ginjal, karena dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap perkembangan penyakit ginjal stadium akhir, protein dalam urin, dan kematian.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Prato yang menyebut jika meminum kopi secara teratur, anda mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena batu ginjal.
“Kopi dapat membantu dengan meningkatkan volume urin, yang dapat mengencerkan dan membersihkan mineral pembentuk batu sebelum mineral tersebut memiliki kesempatan untuk membentuk kristal. Kafein juga dapat meningkatkan produksi urin, yang dapat berkontribusi pada efek perlindungan ini,” katanya.
Secara umum, baik Betz maupun Prato merekomendasikan untuk tetap terhidrasi untuk mencegah batu ginjal. Kopi memberikan cairan yang membantu mengencerkan urin dan mengurangi risiko pembentukan semua jenis batu ginjal.
Di sisi lain, keduanya mengatakan diperlukannya kehati-hatian dalam mengonsumsi kopi karena kafein di dalamnya dapat meningkatkan tekanan darah.
Hipertensi pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit ginjal karena penyempitan pembuluh darah yang mengarah ke ginjal, menciptakan siklus yang mengganggu kemampuan untuk membuang limbah dengan benar dan karenanya meningkatkan tekanan darah karena kelebihan cairan.
Kopi berkafein dapat memengaruhi tekanan darah, tetapi hubungan antara asupan kafein dan hipertensi telah diperdebatkan. Beberapa penelitian menemukan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko hipertensi, tetapi penelitian lain menunjukkan sebaliknya.
Namun demikian, mereka yang sudah menderita hipertensi mungkin perlu berhati-hati saat menambahkan kafein ke dalam diet harian mereka.
“Lebih banyak kafein dapat meningkatkan tekanan darah, yang dapat langsung merusak ginjal,” kata Betz.
Ketika tekanan darah sudah tinggi atau mendekati batas tinggi, bahkan peningkatan terkecil pun dapat menjadi penyebab kekhawatiran.
“Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, sebaiknya batasi konsumsi kopi berkafein menjadi 1 hingga 2 cangkir per hari dan pantau tekanan darah anda, karena jumlah kafein yang lebih besar yang dikonsumsi sekaligus dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu,” tambah Prato.
