UIN Palu ajari Bahasa Indonesia kepada enam mahasiswa asing
Palu – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah mengajarkan bahasa Indonesia kepada enam mahasiswa asing sebelum memasuki proses perkuliahan mahasiswa baru.
“Langkah ini untuk memudahkan interaksi sosial para mahasiswa asing selama mengenyam pendidikan jenjang strata satu (S1) di Kampus UIN Palu,” kata Rektor UIN Datokarama Prof Lukman Thahir di Palu, Selasa.
Ia mengemukakan para mahasiswa luar negeri tersebut berasal dari Somalia, Nigeria, Ethiopia, Yaman, Thailand dan Filipina, otoritas kampus mewajibkan keenam orang itu mahir berbahasa Indonesia.
Pelatihan itu dilaksanakan oleh Pusat Hubungan Internasional pada Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat, kerja sama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa UIN Datokarama dan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), berlangsung di Mahad Aljamiah UIN Datokarama, Selasa (18/8).
Ia menegaskan pelatihan BIPA merupakan komitmen nyata kampus dalam mengupayakan percepatan internasionalisasi perguruan tinggi.
“Bahasa Indonesia diposisikan bukan sekadar sebagai media komunikasi ruang kelas, melainkan sebagai alat diplomasi budaya. Pada momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, maka bahasa Indonesia digemakan ke mancanegara,” ujarnya.
Menurut Lukman kehadiran mahasiswa dari enam negara adalah bukti kepercayaan global kepada UIN Datokarama Palu dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul.
“Melalui pengajaran Bahasa Indonesia kami ingin membekali mereka tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia saat kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi,” ucapnya.
Kata dia, bahasa merupakan jembatan utama interaksi akademik dan budaya, maka pihaknya ingin memastikan seluruh mahasiswa internasional merasa nyaman dan dapat berprestasi maksimal selama menempuh studi di Kampus UIN Datokarama.
Sementara itu Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Datokarama Dr Darlis mengemukakan pelatihan berbahasa Indonesia bagi mahasiswa baru dari enam negara dimulai 18 Agustus hingga 10 Oktober 2026.
“Selama proses pengajaran para mahasiswa tidak hanya diasah keterampilan berbahasa Indonesia. Melainkan dikenalkan tentang budaya Sulawesi Tengah,” kata dia.
Pada proses pelatihan pihaknya melibatkan dosen kampus setempat dan BIPA Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa mancanegara berbahasa asing.
“Khusus pengenalan budaya, akan diperkenalkan oleh tim dari Program BIPA Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Darlis menambahkan.
